KUBU RAYA, SP - Fajar baru saja menyingsing di Dusun Nipah, Desa Rengas Kapuas, Kecamatan Sungai Kakap. Udara pagi masih terasa sejuk ketika Ahmad Fajar membuka pintu warung milik keluarganya yang berdiri di tepi Jalan Pembangunan.
Usai menunaikan salat Subuh, lelaki muda itu langsung memulai aktivitas. Ia menyapu lantai warung, merapikan rak dagangan, mengecek stok barang, sekaligus menyiapkan perangkat Agen BRILink yang menjadi salah satu layanan andalan warga sekitar.
Satu per satu warga mulai berdatangan. Ada yang membeli beras, telur, atau minyak goreng. Sebagian lainnya datang untuk menarik uang tunai, mentransfer uang, maupun membayar tagihan sebelum berangkat bekerja.
Di balik meja kasir sederhana itu, Fajar melayani setiap pelanggan dengan ramah. Beberapa jam kemudian, ia berganti peran. Mengenakan seragam guru, ia menuju sekolah untuk mengajar murid-murid sekolah dasar.
"Rutinitas ini sudah biasa saya jalani. Sebelum berangkat mengajar, saya membantu di warung sambil melayani warga yang berbelanja atau bertransaksi. Tidak mengganggu pekerjaan sebagai guru, justru saya senang bisa bermanfaat di lingkungan sendiri," kata Fajar saat ditemui Suara Pemred, Minggu (14/6/2026).
Warung yang dikelola keluarganya menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari beras, minyak goreng, gula, telur, hingga perlengkapan rumah tangga seperti sapu, ember, dan peralatan lainnya. Pulsa, paket data, serta layanan air minum isi ulang juga tersedia.
"Kalau ada barang yang sering dicari warga, kami usahakan selalu tersedia supaya mereka tidak perlu jauh-jauh keluar kampung," ujarnya.
Usaha keluarga itu dirintis orang tuanya sejak 2016. Seiring waktu, jenis barang dagangan terus bertambah mengikuti kebutuhan masyarakat sekitar.
Keinginan memberikan pelayanan yang lebih lengkap kemudian mendorong Fajar menghadirkan layanan Agen BRILink pada 2021. Saat itu ia masih menyelesaikan skripsi di Universitas PGRI Pontianak.
Menurutnya, banyak warga membutuhkan layanan perbankan sederhana, tetapi harus menempuh jarak cukup jauh menuju kantor bank maupun ATM.
"Banyak warga yang membutuhkan layanan perbankan, terutama transfer dan tarik tunai. Kalau bisa dibantu lebih dekat dari rumah mereka tentu lebih baik," katanya.
Kini masyarakat dapat melakukan tarik tunai, setor tunai, transfer, pembayaran tagihan, pembelian token listrik, hingga berbagai transaksi perbankan lainnya langsung di warung tersebut.
Kehadiran Agen BRILink perlahan membawa perubahan terhadap usaha keluarganya. Pada tahun pertama, peningkatan omzet memang belum terlalu terasa. Namun, seiring semakin banyak warga memanfaatkan layanan transaksi keuangan, jumlah pelanggan yang datang ke warung juga terus bertambah.
"Biasanya warga datang untuk transfer atau tarik tunai, lalu sekalian membeli kebutuhan rumah tangga. Aktivitas di warung jadi semakin ramai," ujarnya.
Fajar memperkirakan omzet usaha keluarganya kini meningkat sekitar 45 persen dibandingkan sebelum menjadi Agen BRILink pada 2021. Peningkatan tersebut terjadi secara bertahap dan konsisten dalam lima tahun terakhir, seiring meningkatnya jumlah transaksi serta bertambahnya kebutuhan warga yang dapat dipenuhi di warungnya.
"Karena semakin banyak warga datang bertransaksi, kami juga terus menambah barang yang memang dibutuhkan masyarakat," katanya.
Namun, bagi Fajar, perkembangan usaha bukan semata soal keuntungan.
"Saya senang kalau warga merasa terbantu. Mereka tidak perlu jauh-jauh lagi untuk bertransaksi atau membeli kebutuhan sehari-hari. Kalau usaha berkembang dan masyarakat juga merasakan manfaatnya, itu yang paling membahagiakan," tuturnya.
Setelah memastikan warung siap melayani pelanggan, Fajar bergegas menuju SDN 21 Sungai Rengas. Di halaman sekolah, senyumnya menyambut murid-murid yang datang satu per satu.
Tak lama kemudian ia memasuki ruang kelas, mengajar, membimbing, sekaligus menanamkan semangat belajar kepada anak-anak yang kelak menjadi generasi penerus daerahnya. Baginya, dunia pendidikan tetap menjadi prioritas utama.
"Menjadi guru adalah tanggung jawab yang saya pilih dan saya cintai. Usaha ini saya jalankan untuk membantu keluarga sekaligus memberikan layanan kepada masyarakat. Selama bisa mengatur waktu dengan baik, keduanya bisa berjalan bersama," tuturnya.
Keputusannya tetap tinggal dan berkarya di kampung halaman membuat manfaat yang diberikannya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Salah satunya diungkapkan Bu Yati, warga yang rumahnya tidak jauh dari warung tersebut. Menurutnya, kehadiran Agen BRILink mempermudah berbagai urusan transaksi keuangan.
"Kalau dulu harus pergi cukup jauh untuk transfer atau tarik tunai. Sekarang semuanya lebih mudah karena sudah ada di dekat rumah. Mas Fajar juga cepat melayani dan ramah, jadi kami merasa sangat terbantu," ujarnya.

Menurut Bu Yati, kemudahan itu bukan hanya menghemat waktu, tetapi juga mengurangi biaya transportasi yang sebelumnya harus dikeluarkan warga.
"Kalau ada keperluan mendadak tinggal datang ke warung. Praktis dan dekat. Kami sangat terbantu dengan adanya layanan ini," katanya.
Hal senada disampaikan Ketua Lingkungan Dusun Nipah, Yusnadi. Ia menilai kehadiran Fajar memberikan dampak sosial yang positif bagi masyarakat.
"Kami bersyukur ada anak muda seperti Fajar. Dia bukan hanya menjalankan usaha, tetapi juga membantu masyarakat. Warga tidak perlu lagi pergi jauh untuk transfer, tarik tunai, ataupun transaksi lainnya," ujarnya.
Di mata Yusnadi, Fajar tetap menunjukkan kepedulian terhadap kampung halamannya meski memiliki kesibukan sebagai guru.
"Fajar ini ringan tangan. Kalau ada warga membutuhkan bantuan atau informasi, dia selalu berusaha membantu. Sebagai guru dia mendidik anak-anak, sebagai pelaku usaha dia melayani masyarakat. Peran seperti ini sangat bermanfaat bagi lingkungan," katanya.
Ia berharap semangat yang dimiliki Fajar dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya.
"Mudah-mudahan usahanya terus berkembang. Kami bangga karena ada anak muda yang mau berkarya di kampung sendiri dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tuturnya.
Perjalanan Fajar juga masih diingat Mantri Unit BRI Jeruju, Aris Munandar. Pertemuan pertama mereka terjadi secara tidak sengaja beberapa tahun lalu.
Saat itu Aris sedang berkeliling mencari calon Agen BRILink dan singgah ke warung tersebut untuk membeli minuman. Dari percakapan singkat itulah ia melihat potensi usaha keluarga Fajar.
"Dari segelas es teh yang saya pesan dan obrolan santai dengan Fajar, saya melihat lokasi warungnya strategis, pelayanannya juga baik. Saya kemudian menawarkan program Agen BRILink," kenangnya.
Menurut Aris, keputusan Fajar bergabung sebagai Agen BRILink terbukti tidak hanya mendorong perkembangan usaha keluarga, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
"Kami melihat Fajar bukan sekadar menjalankan usaha. Dia memahami kebutuhan warga di lingkungannya. Ketika layanan perbankan bisa dihadirkan lebih dekat, masyarakat terbantu dan usaha yang dijalankan ikut berkembang," ujarnya.
Aris menilai peningkatan omzet sekitar 45 persen yang diraih secara bertahap dalam lima tahun terakhir menunjukkan bahwa layanan Agen BRILink mampu menciptakan nilai tambah bagi usaha sekaligus menarik lebih banyak aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar.
"Di tengah kesibukannya sebagai guru, dia tetap mau belajar, mengembangkan usaha, dan melayani masyarakat. Sosok seperti inilah yang kami harapkan terus tumbuh di desa-desa. Kemajuan ekonomi tidak hanya dibangun dari kota, tetapi juga dari orang-orang yang mau bergerak dan memberi manfaat di tempat mereka tinggal," tutup Aris. (aep mulyanto)